Home » , » Kevin Dan Marcus Raih Mimpi Dapat Perak All England 2017

Kevin Dan Marcus Raih Mimpi Dapat Perak All England 2017

Written By samsones on Senin, 03 April 2017 | 04.31


Kevin Dan Marcus Raih Mimpi Dapat Perak All England 2017

Puncak Berita Bulutangkis - Indonesia tengah berbahagia lantaran dalam laga All England 2017, pasangan ganda putra meraih medali perak.

Berkat asuhan terbaik dari PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan perjuangan keras dari Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya, dapat tampil gemilang. Marcus dan Kevin telah berprestasi raih medali perak dalam laga All England 2017 saat Minggu lalu tepatnya tanggal 12 Maret 2017. 

Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon secara telah menjuarai ganda putra All England 2017 setelah di babak final mengalahkan Li Junhui / Liu Chen.

Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu (12/03) petang Kevin/Marcus menang meyakinkan dua set langsung 21-19 21-14.

"Tentu senang bisa juara All England secepat ini. Saya pribadi tak menyangka. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," kata Kevin.

Sedikit Profile tentang Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Peraih Perak Ganda Putra Dalam Laga All England 2017: 

Kevin Sanjaya Sukamuljo (lahir di Banyuwangi, 2 Agustus 1995; umur 21 tahun) adalah salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra dan Campuran Indonesia.  Atlet ini merupakan pemain asal klub Djarum di Kudus, Jawa Tengah dan bergabung sejak tahun 2007. 

Bersama dengan rekan-rekan pemain beregu putra lainnya ia berhasil menyumbangkan medali emas pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015. 

Ia saat ini dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon dalam kategori ganda Putra. Hingga akhirnya mendapatkan medali perak saat laga All England 2017. 

Marcus Fernaldi Gideon (lahir di Jakarta, 9 Maret 1991; umur 26 tahun) merupakan salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra Indonesia berpasangan dengan Markis Kido diganda putra dan ganda campuran bersama Rizki Amelia Pradipta. 


Pada tahun 2015, ia berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo diganda putra. Kemudian berprestasi raih medali perak saat laga All England 2017.Soal kemenangan yang relatif mudah, bila dibandingkan dengan laga semifinal sehari sebelumnya melawan duo Denmark, Mads Conrad Petersen / Mads Pieler Kolding, Kevin mengatakan mungkin pasangan dari Cina tampil tegang. 

"Akibatnya serangan kami efektif meraih poin, mereka banyak melakukan kesalahan sendiri. Mungkin mereka tegang," kata Kevin, pemain yang berusia 21 tahun ini.
"Saya sebenarnya juga tegang tapi lama-lama mainnya enak," kata Marcus.
"Di luar itu, strategi terus menyerang membuahkan hasil," tambah Kevin.
Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengungkapkan ujian terberat bagi Kevin/Marcus di All England 2017 sebenarnya adalah laga semifinal melawan Petersen/Kolding.
"Pertandingan itu sangat ketat bahkan hingga poin-poin akhir di set ketiga ... dari situ mereka lebih siap secara mental," kata Herry.

Strategi di babak final dalam laga All England 2017, terus lakukan serangan dan perlawanan sengit sangat efektif terpakai hingga mengantar raih medali perak. 

Ketika masuk babak final, Hery meminta Kevin / Marcus meraih poin dari service dan juga permainan net, strategi yang terbukti efektif mengalahkan Li/Liu.

Hasil-hasil lain, Lee Chong Wei dari Malaysia menjuarai tunggal putra setelah menang atas Shi Yuqi dari Cina, 21-12 21-10. 

Bagi Chong Wei ini adalah gelar juara All England yang keempat dan pada 2017 ini, gelar diraih ketika usianya tak lagi muda, 34 tahun.

Namun Chong Wei menengaskan umur tak menjadi masalah. Maka dirinya akan terus gigih berupaya tampil kembali dalam laga All England.

"Saya masih akan bermain, tahun depan saya akan datang lagi di sini, juga akan turun di Malaysia Open, Indonesia Open dan kejuaraan dunia Agustus mendatang di Glasgow," katanya. Ditanya sampai kapan akan bermain, Chong Wei berseloroh, "Mungkin sampai usia 40 tahun." Di ganda campuran, sektor ini dimenangkan oleh Lu Kai/Huang Yaqiong yang di babak final mengalahkan Peng Soon Chan/Liu Ying Goh, 18-21 21-19 21-16. 

Pasangan Korea Selatan, Chang Ye Na/Lee So Hee juara di ganda putri dengan mengalahkan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dari Denmark 21-18 21-13.

Kemudian laga All England 2017 dalam kategori tunggal putri, gelar juara diraih pebulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying yang di partai puncak menundukkan pemain Thailand, Ratchanok Intanon, 21-16 22-20.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger