Latest Post

Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Keterangan Ahli Digital Forensik Tentang Modus Peretasan Situs Tiket

Written By samsones on Selasa, 04 April 2017 | 19.54

Keterangan Ahli Digital Forensik Tentang Modus Peretasan Situs Tiket

Puncak Berita - Otak dari pelaku pembobolan jual-beli tiket online PT Global Networking, SH (19) nom de plume Haikal, hanya lulusan SMP. Haikal belajar secara otodidak hingga bisa meretas ribuan situs.

Namun dari kacamata computerized forensik, apa yang dilakukan Haikal itu dianggap masih tidak terlalu rumit. Ahli advanced forensik Ruby Alamsyah malah menyebut aksi Haikal itu tergolong nekat.

"Kalau yang ini kan udah jelas menurut saya sih kalau dari kacamata kami sebagai praktisi security ini sih ekor biasa aja kok. Sepengetahuan yang banyak di web lalu ada tulisannya juga ada, sudah tersedia. Masalahnya banyak di Indonesia yang bisa melakukan hal ini, tinggal masalahnya yang nekat siapa. Nah kebetulan kelompok inilah yang nekat," kata Ruby saat dihubungi, Selasa (4/4/2017).

Ruby menyebut web saat ini berkembang cukup pesat sehingga tidak mengherankan bila Haikal yang lulusan SMP bisa secara otodidak belajar meretas. "Tahun 2000-a ke sini itu menjadi programmer itu nggak perlu jadi orang memiliki intelektualitas tinggi atau harus jenius. Orang biasa saja dengan hanya cukup punya waktu dan kemauan tinggal belajar dari web ada semua," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Siber Bareskrim Polri mengungkap kelompok peretas itu. Haikal selaku otak pelaku disebut sudah meretas sebanyak 4.600 situs, termasuk situs milik Polri.

"Saudara SH belajar secara otodidak. Berhasil membobol lebih dari 4.600 situs. Di antaranya situs milik Polri, pemerintah pusat dan daerah, situs ojek online dan beberapa situs di luar negeri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (30/3) lalu.

BNN Waspadai Peredaran Liquid Vaporizer Mengandung Narkoba

Written By samsones on Jumat, 31 Maret 2017 | 07.15

BNN Waspadai Peredaran Liquid Vaporizer Mengandung Narkoba

Puncak Berita Kriminal - Badan Narkotika Nasional (BNN) Masih menyelidiki kasus peredaran Narkoba dalam bentuk cair yang disamarkan dalam cairan atau liquid Vaporizer atau Rokok Electrik.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan saat ini BNN masih mengembangkan dugaan peredaran narkoba bentuk cair tersebut dari pengungkapan BNNP Jawa Tengah.

“Kasusnya sudah diungkap oleh BNNP Jawa Tengah,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso(Buwas) kepada Puncakberita.com di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Budi Waseso (Buwas) menjelaskan, Tidak menutup kemungkinan banyak cairan vapor yang di susupkan dengan kandungan narkoba, Hal itu merujuk pada penemuan jenis narkoba baru 4-CMC alias Blue Saphire yang diungkap BNN di Tangerang, kemarin.

Buwas mencurigai, Cairan Vaporizer merupakan cairan hasil penyulingan, Hal itu bisa dikatakan sama dengan proses pembuatan sabu, Dan bisa menjadi media alternatif baru bagi bandar bandar untuk menyasar targetnya.

Kita sebagai penikmat Vaporizer yang tidak menyalahgunakan hal ini pastinya sangat merasa dirugikan akan adanya kasus seperti ini, Dan semoga pihak yang berwajib bisa memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Togel online terpercaya

Untuk mencegah peredaran narkoba jenis cair ini, Badan Narkotika Nasional melakukan kerja sama dengan stakeholder terkait untuk mengawasi peredaran cairan Vaporizer secara ketat. “Kami tentunya akan berkerjasama dengan Kementerian Perdagangan juga Kementerian Perindustrian,”.

Dan untuk anda para penikmat Vaporizer tentunya anda harus meningkatkan ketelitian lagi dalam membeli cairan liquid, Jangan sampai terjebak dalam pembelian liquid yang mengandung narkoba jenis cair.

Usahakan jika membeli keperluan Vapor haruslah di toko yang kita ketahui kebenaran nya dalam berdagang, Kurangi membeli dengan orang yang tidak kita kenal, Dan yang paling utama adalah jangan sekali kali mencoba konsumsi narkoba jenis apapun jika anda tidak mau hidup diantara dua pilihan, Mati dengan penuh kemunafikan, atau Di penjara seumur hidup hehehe.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua, Dan menjadi pengingat akan bahaya dalam mengkonsumsi narkoba jenis apapun.

Ridho Rhoma Tertangkap Kasus Narkoba

Written By samsones on Minggu, 26 Maret 2017 | 22.12


Ridho Rhoma Tertangkap Kasus Narkoba

Puncak Berita Kriminal - Informasi yang dihimpun team Puncak berita ,Ridho Rhoma ditangkap petugas polisi di sebuah hotal kawasan Pesing, Jakarta Barat. Kabarnya, paket narkoba jenis sabu yang dibeli Ridho Rhoma seharga Rp 1,8 juta.

Rhoma Irama sudah mengonfirmasi kasus yang dialami Ridho. Dari informasi yang didapat, kata Rhoma, putranya terindikasi sebagai pemakai narkoba. "Dia kami tangkap dengan barang bukti 0,7 gram shabu," ungkap Suhermanto.

Polisi langsung melakukan pengembangan danmenangkap seorang pria berinisial MS yang diduga pemasok sabu ke pedangdut Ridho Rhoma. Usai menangkap MS, polisi geledah rumah MS di Depok.

Tiga Pemuda Bergaya Preman Rampok Uang Kakek Penjual Roti

Written By samsones on Rabu, 22 Maret 2017 | 07.03

Tiga Pemuda Bergaya Preman Rampok Uang Kakek Penjual Roti

Puncak Berita Kriminal - Warga Jalan Singosari, Kamil (61) tepatnya di belakang Sekolah Telada Gang Mitrologi, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat yang berprofesi sebagai tukang roti keliling mendatangi Mapolres Siantar, Jumat (3/3/2017). 

Peristiwa perampokan yang dialaminya telah kakek yang sudah berprofesi sebagai penjual roti keliling selama 30 tahun tersebut laporkan dengan mendatangi langsung. Kepada petugas, Kamil menjelaskan kejadian tersebut berawal saat ini melintas di depan warung Rumah Potong Jalab Melanton Siregar, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Marihat

Saat itu, ada tiga orang dengan bergaya preman yang sedang duduk di depan warung tersebut. Seorang dari tiga orang tersebut langsung memanggilnya dan berpura-pura membeli roti. Saat sedang melayani pria tersebut, dua orang lainnya langsung mengambil uang dari lacinya.

"Satu orang pura-pura membeli dan dua orang lainnya mengambil uang ku yang ada dilaci," Ujarnya.

"Kalau saya taksir ada empat ratusan uang saya yang dirampok tiga orang itu," ungkapnya.
Kepada wartawan, ia mengatakan mengetahui dan tanda dengan ciri kentiga pelaku tersebut yang mengambil uang hasil jualannnya.

"Tanda kali lah aku orangnya, apalagi aku sempat ngobrol sama mereka dan lihat langsung wajahnya," jelasnya.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Aiptu H. Saragih menjelaskan sudah menerima laporan tersebut.

Namun karena wilayah hukumnya berada, di Mapolsek Siantar Selatan, ia pun meminta untuk melaporkanya ke Mapolsek Siantar Selatan.

Sementara itu, seorang personil polsek Siantar Selatan yang mendapat laporan tersebut, sudah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Hanya saat - saat dilakukan pengejaran, para pelaku sudah kabur. "Bapak itu pun gak kenal orang nya," ujarnya. 

Begitulah, masa sekarang ini demi uang apa pun orang makin nekat. Kesadaran diri sendiri perlu lebih ditingkatkan untuk redam aksi kejahatan.

Biksu Budha di Tangkap Karena Memiliki 4 Juta Pil Methapethamine di Biara

Written By samsones on Minggu, 19 Maret 2017 | 22.49


Biksu Budha di Tangkap Karena Memiliki 4 Juta Pil Methapethamine di Biara


Puncak Berita Kriminal - Kejadian yang sangat mengejutkan terjadi di Myanmar tepatnya dikota Angon. 3 biksu budha asal Myanmar tertangkap tangan karena memiliki 4 juta pil methapethamine di biara tempat mereka beribadah. 

Polisi setempat memberikan keterangan penangkapan para tersangka dimulai saat para tersangka berusaha menyelundupkan narkoba tersebut melewati negara bagian Rakhine utara yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Saat diperiksa pada mobil tersangka, dicurigai ada gerak-gerik yang ganjil dan benar adanya ditemukan sekitar 400 butir pil methapethamine didalam mobil mereka yang saat itu hendak akan diselundupkan.

Penelusuran dilanjuti pada tempat kediaman tersangka yang ternyata berada di biara. Saat di geledah ditemukan lagi narkoba dengan jenis yang sama dan ditotalkan sebanyak 4 juta pil methapethamine dan granat serta amunisi. Tersangka itu juga memiliki uang sebanyak $769 yang ditemukan di dalam mobilnya.

Ini bukan kasus biasa dan membuat para pihak berwajib terkejut dengan status para tersangka adalah biksu. Myanma sudah lama menjadi produsen utama dari narkoba jenis methapethamine yang narkoba tersebut di suplay ke negara-negara tetangga. Dan menjadi Negara kedua terbesar produsen opium bahan mentah heroin.

Penangkapan ini menjadi yang terbesar kedua setelah tahun lalu pihak kepolisian Myanmar menyita lebi dari 21 juta pil methapethamine senilai lebih dari $35 juta di dekat perbatasan China. (nbcnews)

Puluhan WNA TAIWAN Berhasil Diringkus Terkait Modus Penipuan

Puluhan WNA TAIWAN Berhasil Diringkus Terkait Modus Penipuan

Puncak Berita Kriminal - Anggota Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil menggerebek sebuah rumah mewah di Jalan Manyar 4 Blok T8, No. 15, Komplek Manyar Permai, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Kamis 9-03-2017. Penggrebekan dilakukan karena penghuni diduga melakukan jaringan penipuan berskala internasional dan merupakan Warga asli Negara Taiwan.

Dalam penggerebekan kali ini, Kami mengamankan Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan, Ucap Kasubdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Aris Supriono saat dikonfirmasi wartawan di PIK Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (9/3/2017).

Penggrebekan dilakukan Team sekitar pukul 10.00 WIB di dua lokasi yang berbeda. Salah satunya adalah rumah mewah di Jalan Camar Elok V No. 20 Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. "Kemudian rumah di Jalan Manyar 7  Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara.
Jaringan Internasional

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Prabowo Argo Yuwono menjelaskan cukup banyak WNA yang kami amankan . Total, Terdapat 40 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan Warga Negara Taiwan.

Mereka diamankan lantaran disinyalir melakukan penipuan berskala internasional kepada nasabah bank. Aksi dilakukan melalui jalur online dan pesawat telepon. Bahkan Pejabat di Taiwan pun ikut  jadi korban modus penipuan ini.

Mereka ditangkap karena melakukan penipuan orang dan pejabat di Taiwan, Pelakunya juga orang orang Taiwan. Mereka ini memeras korbannya dengan cara menipu via online dan pesawat telfon dan  Indonesia dijadikan tempat untuk melakukan kejahatannya.

Cara mereka mengelabui adalah, Parap pelaku mengaku sebagai penegak hukum ketika menjalankan aksinya. Setelah berhasil ditakuti, Kemudian korban diminta mentransfer sejumlah uang guna penyelesaian masalah yang di infokan pelaku. Tak hanya dari Taiwan,  Ada korban juga berasal dari Tiongkok.

Strategi nya pelaku mengincar nasabah bank di China dan Taiwan, Yang sbelumnya mereka sudah peroleh databasenya sebelumnya," Lebih jelasnya, Selain mengamankan tersangka, polisi  juga mengumpulkan barang bukti  terkait yang mendukung dengan aksi kejahatan. Di antaranya uang tunai baik rupiah maupun asing, laptop, telepon, HT, VPN, paspor dan lain sebagainya.

Anjing Kencingi Narkoba Senilai Rp 832 Miliar

Written By samsones on Sabtu, 18 Maret 2017 | 02.56

Anjing Kencingi Narkoba Senilai Rp 832 Miliar


Puncak Kriminal Luar Negeri - Coccaina atau sering disebut kokain bila di Indonesia. Baru saja minggu lalu tepatnya tanggal 11 Maret 2017, ditemukan narkoba jenis kokain senilai 50 juta Poundsterling atau Rp 832 Miliar terdampar di pantai Norfolk, Inggris.  

Uniknya, justru narkoba jumlah sangat besar tersebut ditemukan setelah seekor anjing kencing di atas salah satu tas yang terdampar dipinggir pantai daerah Norfolk.

Valerie McGee (70) merupakan pemilik dari anjing  yang menemukan kantong-kantong berisi kokain itu ketika sedang berjalan-jalan bersama Rudey, seekor anjing jenis Irish setter miliknya. 

Dikutip dari Daily Mail pada Sabtu (11/2/2107), pensiunan ahli psikoterapi itu mengaku melihat tas-tas olahraga yang diikatkan bersama dengan wadah plastik yang menjadi pelampung. 

Kata wanita itu kepada Sun, "Rudey ke sana dan mengendus-endus, lalu kencing di atas tas-tas itu. Mungkin karena merasa tertarik." 

"Tas-tas itu menjadi longgar diterpa gelombang dan terdampar di pantai." Polisi kemudian datang dan memeriksanya. 

Disaat pihak National Crime Agency telah memulai investigasi terkait dalang di belakang pengiriman kokain yang kemudian terdampar di pantai, malah warga sibuk bercanda seputar temuan itu.

Matthew Rivers, anggota tim penyidik NCA, mengatakan, "Kami berkerja sama dengan Border Force, Coastguard Agency, dan Norfolk Police untuk mengetahui bagaimana tas-tas itu bisa ada di sana."

Namun demikian, dapat diduga bahwa ini bukan tujuan sesungguhnya. "Jelaslah ini merupakan temuan penting narkoba kelas A dan kerugian ini merupakan tamparan keras kepada organisasi kriminal yang terlibat."

Kawasan Great Yarmouth disebut-sebut sebagai "tempat pembuangan" bagi mereka yang berpenghasilan rendah dan hidup dengan dukungan jaminan sosial. 

Dalam beberapa tahun belakangan, kabarnya bahwa kawasan itu telah meraih reputasi sebagai surga bagi narkoba. 

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger